INFO
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Artikel

Hangatkan Idul Adha dengan Aksi Nyata, TurunTangan Bekasi Ajak Masyarakat Berbagi dan Bertumbuh Bersama

Indah Author
calendar_today Mei 31, 2026 schedule 22:13
Share:
Hangatkan Idul Adha dengan Aksi Nyata, TurunTangan Bekasi Ajak Masyarakat Berbagi dan Bertumbuh Bersama

BEKASI – Idul Adha selalu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari apa yang kita miliki, tetapi juga dari apa yang kita bagikan kepada sesama. Semangat inilah yang diwujudkan oleh TurunTangan Bekasi melalui program “Pesta Kurban”, sebuah kegiatan sosial yang menghadirkan makna kurban dalam bentuk yang lebih dekat, lebih hangat, dan lebih menyentuh kehidupan masyarakat.

Untuk pertama kalinya diselenggarakan, Pesta Kurban berlangsung di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Kota Bekasi, pada Rabu (27/05/2026). Mengangkat tema “Berbagi Kebaikan, Berbagi Kebersamaan”, kegiatan ini berhasil menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada pembagian daging kurban, tetapi juga membangun hubungan sosial yang lebih erat antara relawan, santri, donatur, dan masyarakat sekitar.

Di tengah kehidupan perkotaan yang serba cepat, kesempatan untuk berkumpul, bekerja sama, dan menikmati waktu bersama menjadi sesuatu yang semakin langka. Karena itulah, TurunTangan Bekasi berupaya menghadirkan sebuah ruang yang mampu mempertemukan banyak orang dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Sejak pagi hari, suasana Pondok Pesantren Fajar Cendekia sudah dipenuhi aktivitas para relawan. Mereka datang dengan semangat yang sama, yaitu memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Bersama para santri dan warga sekitar, mereka menjalankan berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan dengan penuh antusias.

Sebanyak sebelas ekor hewan kurban disembelih dan diolah secara gotong royong. Proses yang biasanya hanya berfokus pada penyembelihan dan distribusi kali ini dikemas menjadi sebuah kegiatan yang melibatkan banyak pihak secara aktif. Mulai dari penyembelihan, pemotongan, pengemasan, hingga pembagian daging kurban dilakukan bersama-sama dengan semangat kebersamaan yang kuat.

TurunTangan Bekasi menghadirkan empat zona utama yang menjadi pusat aktivitas selama kegiatan berlangsung. Zona pertama adalah Pojok Potong Kurban yang menjadi area utama proses pengolahan hewan kurban. Selanjutnya terdapat Lapak Berbagi Daging yang menjadi titik distribusi bagi masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu, terdapat pula Dapur Olah Rasa dan Masak Bersama yang menjadi ruang kolaborasi antara relawan dan para santri. Di area ini, mereka belajar, bekerja sama, dan memasak hidangan bersama menggunakan bahan dari hewan kurban yang telah diproses sebelumnya. Sementara itu, Santap Berjamaah menjadi simbol dari kebersamaan yang terjalin sepanjang hari, ketika seluruh peserta duduk bersama menikmati hasil kerja keras mereka.

Konsep tersebut dirancang agar setiap orang yang hadir dapat merasakan pengalaman yang lebih bermakna. Kurban tidak hanya menjadi aktivitas berbagi secara materi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan sosial yang lebih kuat dan menciptakan kenangan yang berkesan.

Fitri Nur Azizah selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa Pesta Kurban lahir dari keinginan untuk menghadirkan suasana Idul Adha yang lebih inklusif dan penuh keterlibatan.

“Kami ingin semua orang yang hadir benar-benar merasakan kebersamaan. Tidak hanya menerima manfaat kurban, tetapi juga menjadi bagian dari proses berbagi itu sendiri. Kami percaya bahwa kebahagiaan akan terasa lebih besar ketika dinikmati bersama,” ujarnya.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah agenda Masak Besar Bersama yang digelar pada sore hari. Pada kesempatan tersebut, TurunTangan Bekasi menggandeng Fahmi Prachaya Rungroj atau yang akrab disapa Chef Ami, alumni MasterChef Indonesia Season 11.

Kehadiran Chef Ami membawa suasana baru yang penuh semangat. Dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif, ia mengajak para santri serta relawan untuk terlibat langsung dalam proses memasak. Dapur pesantren yang biasanya sederhana berubah menjadi ruang kolaborasi yang dipenuhi semangat belajar dan kerja sama.

Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan memasak. Mereka membantu menyiapkan bahan makanan, meracik bumbu, hingga mengaduk masakan dalam kuali besar. Aroma rempah-rempah yang harum menyebar ke seluruh area pesantren, menambah kehangatan suasana yang sudah terjalin sejak pagi.

Bersama Chef Ami, para relawan dan santri berhasil mengolah hidangan yang disajikan untuk sekitar 200 orang yang hadir. Namun lebih dari sekadar menghasilkan makanan, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga yang membangun kedekatan antara seluruh peserta.

Chef Ami mengaku merasa terinspirasi oleh semangat kebersamaan yang ditunjukkan para relawan dan santri sepanjang kegiatan berlangsung.

“Saya sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Energinya positif sekali. Semua orang bekerja sama dengan tulus dan menikmati setiap proses yang dijalani. Ini membuktikan bahwa berbagi tidak selalu tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir untuk orang lain,” ungkapnya.

Setelah kegiatan memasak selesai, para santri juga diajak mengikuti berbagai permainan edukatif yang dipandu oleh relawan. Suasana penuh tawa dan keceriaan terlihat hampir di setiap sudut pesantren. Aktivitas tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri dan kerja sama antar peserta.

Menjelang sore hari, para relawan kembali menjalankan misi utama mereka dengan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Pembagian dilakukan secara tertib agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata.

Sebagai penutup, seluruh peserta berkumpul dalam acara bakar sate bersama yang berlangsung hingga malam hari. Momen tersebut menjadi simbol dari kebersamaan yang telah terjalin sepanjang kegiatan. Tidak ada perbedaan antara relawan, santri, maupun masyarakat. Semua duduk bersama, menikmati hidangan yang sama, dan berbagi cerita dalam suasana yang penuh kehangatan.

Melalui Pesta Kurban perdana ini, TurunTangan Bekasi berhasil membuktikan bahwa semangat Idul Adha dapat diwujudkan dalam cara yang lebih luas dan bermakna. Tidak hanya melalui pembagian daging kurban, tetapi juga dengan menghadirkan ruang untuk saling mengenal, saling menguatkan, dan saling berbagi kebahagiaan. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang menginspirasi semakin banyak orang untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan penuh kasih terhadap sesama.

Related Articles